KOTA BEKASI, SULUHJABAR,— Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat meninjau progres pembangunan ruang kelas baru (RKB) dan Unit Sekolah Baru (USB) di SMA Negeri 20 Kota Bekasi yang belum rampung akibat kendala anggaran 2025. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kepastian penyelesaian pembangunan menjelang tahun ajaran baru.
Ketua Komisi V DPRD Jabar, Yomanius Untung, mengatakan kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan Dinas Pendidikan dan hasil pengawasan di lapangan.
“Ada pembangunan yang belum tuntas di anggaran 2025. Menjadi kewajiban kami untuk memantau dan memastikan proyeksi penyelesaiannya,” ujarnya saat kunjungan kerja, Rabu (4/2/2026).
Dari rencana 20 ruang kelas baru, saat ini baru 10 ruang yang terbangun sehingga pemanfaatannya masih bertahap. Yomanius menegaskan, fokus DPRD bukan hanya pada aspek fisik, tetapi juga pada kenyamanan dan kebermanfaatan bagi siswa. Ia juga menyoroti temuan fasilitas sanitasi di dalam kelas yang belum dilengkapi ventilasi memadai.
Sementara itu, Anggota Komisi V Lilis Nurlaila menyebut progres pembangunan baru mencapai sekitar 72 persen, sementara waktu penyelesaian semakin terbatas. Keterlambatan dipicu sejumlah kendala, mulai dari persoalan teknis hingga sosial dan akses jalan menuju lokasi sekolah.
Sejak berdiri pada 2016, SMA Negeri 20 Kota Bekasi masih menempati gedung sewa dengan sistem belajar bergantian. Dengan jumlah siswa sekitar 700 hingga 750 orang, kondisi tersebut dinilai kurang ideal.
nggota Komisi V lainnya, Irpan Haeroni, meminta kualitas pekerjaan tetap dijaga dan tidak terburu-buru demi mengejar target. Ia berharap pembangunan dapat segera rampung agar siswa bisa belajar lebih nyaman.
Kepala SMA Negeri 20 Kota Bekasi, Sri Suwarsih, berharap pembangunan tahap lanjutan dapat kembali dianggarkan pada 2026 sehingga seluruh kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan dalam satu shift dan daya tampung sekolah bisa memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. (*/wid).



















