Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaSerba-Serbi

Pemkot Bandung Siapkan Hidro Chamber untuk Atasi Banjir di Komplek Sukup di Ujungberung

132
×

Pemkot Bandung Siapkan Hidro Chamber untuk Atasi Banjir di Komplek Sukup di Ujungberung

Sebarkan artikel ini
Atasi BAnjir, Pemkot Bandung siapkan Hidro Chamber
Example 468x60

 

BANDUNG, SULUHJABAR,— Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melakukan monitoring kewilayahan guna menindaklanjuti permasalahan banjir yang kerap terjadi di Komplek Sukup, Kelurahan Pasir Endah, Kecamatan Ujungberung, Selasa (27/1/2026).

Example 300x600

Monitoring dilakukan dengan meninjau langsung sejumlah titik rawan banjir, khususnya di area pertemuan aliran Sungai Cicalobak dan Sungai Cipanjalu. Dari hasil pantauan di lapangan, banjir di kawasan tersebut dipicu oleh tingginya debit air kiriman dari beberapa sungai serta kondisi alur sungai yang dangkal dan belum tertata secara optimal.

Kepala Bidang Pengendalian Daya Rusak Air Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung, Dini Dianawati, menjelaskan salah satu solusi yang tengah disiapkan adalah pemasangan hidro chamber atau rumah pompa berukuran sekitar 10 x 10 meter.

“Hidro chamber ini berfungsi sebagai rumah pompa yang menampung limpasan air dari Sungai Cicalobak untuk dialirkan ke Sungai Cipanjalu. Konstruksinya lebih sederhana dibanding rumah pompa konvensional,” ujar Dini.

Menurutnya, pompa akan ditempatkan di bagian bawah hidro chamber untuk mengendalikan air limpasan agar tidak menggenangi kawasan permukiman warga, terutama saat curah hujan tinggi dan debit air sungai meningkat.

Ia berharap, pemasangan hidro chamber tersebut dapat menjadi solusi efektif dalam mengurangi genangan air di kawasan Komplek Sukup yang selama ini rawan terdampak banjir.

Dalam dialog bersama warga dan petugas lapangan, terungkap bahwa banjir sering terjadi akibat pertemuan arus dua sungai dengan debit besar, sementara kondisi sungai di bawah jembatan masih dangkal. Warga pun mengusulkan pendalaman dan pelurusan sungai, serta pembangunan tanggul untuk mencegah benturan aliran air.

Menanggapi aspirasi tersebut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan keseriusan Pemkot Bandung dalam menyiapkan solusi jangka pendek maupun jangka panjang. Namun ia mengakui, beberapa usulan membutuhkan koordinasi lintas kewenangan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

“Untuk sodetan sungai dan pembangunan tanggul skala besar, dibutuhkan rekomendasi teknis serta perizinan dari BBWS dan koordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pusat. Prosesnya memang tidak singkat,” kata Farhan.

Meski demikian, Farhan menyebut Pemkot Bandung telah menyiapkan langkah konkret yang dapat diprioritaskan pada tahun 2026, seperti pengadaan pintu air serta optimalisasi pompa yang telah tersedia.

“Targetnya setelah Lebaran sudah bisa mulai berjalan. Desain diperkirakan sekitar satu bulan, kemudian dilanjutkan ke tahap pelaksanaan. Mudah-mudahan langkah ini dapat mengurangi risiko banjir yang hampir setiap tahun terjadi di kawasan ini,” ujarnya.

Pemkot Bandung memastikan akan terus melakukan pendampingan serta koordinasi intensif dengan berbagai pihak agar penanganan banjir di Komplek Sukup dapat berjalan efektif dan memberikan rasa aman bagi masyarakat. (*/wid).

Example 300250
Example 120x600
Berita

Komitmen bank bjb dalam memperkuat transformasi digital kembali mendapat pengakuan. Bank pembangunan daerah terbesar di Jawa Barat dan Banten ini berhasil meraih Penghargaan Kategori Perluasan QRIS Terbanyak pada ajang Digital Jawara Festival (DIGIWARA) 2026 dan Sharia Festival Jawara (SHAFARA) yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten.