Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaPendidikan

Komisi V DPRD Jabar Dorong Percepatan Fasilitas dan Guru di SMAN 3 Jonggol dan SMAN 1 Kemang

138
×

Komisi V DPRD Jabar Dorong Percepatan Fasilitas dan Guru di SMAN 3 Jonggol dan SMAN 1 Kemang

Sebarkan artikel ini
Komisi V monitoring USB SMAN 3 Jonggol dan dorong penambahan fasilitas dan Guru tetap
Example 468x60

 

BOGOR, SULUHJABAR,— Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat mendorong percepatan pemenuhan fasilitas dan tenaga pendidik di SMA Negeri 3 Jonggol dan SMA Negeri 1 Kemang, Kabupaten Bogor. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses belajar mengajar di dua Unit Sekolah Baru (USB) itu berjalan optimal.

Example 300x600

Anggota Komisi V DPRD Jabar, Dede Candra Sasmita, mengatakan kunjungan kerja dilakukan dalam rangka monitoring perkembangan pembangunan USB sekaligus meninjau kondisi sarana prasarana serta ketersediaan tenaga pendidik.

“Secara fisik bangunan sudah cukup baik dan sesuai perencanaan. Namun kami masih menemukan kekurangan guru tetap, sehingga operasional sekolah belum sepenuhnya mandiri. Ini harus segera menjadi prioritas,” ujar Dede, Kamis (12/2/2026).

Ia menjelaskan, SMAN 1 Kemang saat ini masih bergantung pada tenaga pengajar dari SMA Negeri 1 Parung. Ketergantungan tersebut dinilai kurang ideal karena berpotensi memengaruhi efektivitas administrasi dan kegiatan belajar mengajar.

Selain persoalan tenaga pendidik, Komisi V juga menyoroti aspek keamanan. SMAN 3 Jonggol yang berdiri di atas lahan seluas 1 hektare dan SMAN 1 Kemang dengan luas 6.500 meter persegi hingga kini belum memiliki pagar keliling.

“Ketiadaan pagar menjadi perhatian serius karena menyangkut keamanan dan kenyamanan siswa. Kami mendorong Dinas Pendidikan agar segera mengalokasikan anggaran pembangunan pagar dan menargetkan penyelesaiannya tahun ini,” tegasnya.

Tak hanya itu, fasilitas penunjang pembelajaran juga dinilai belum memadai. Kedua sekolah masih kekurangan laboratorium komputer dengan kebutuhan minimal 36 unit komputer. Fasilitas perpustakaan pun disebut masih terbatas dan perlu segera dilengkapi.

“Kami ingin sekolah ini tidak hanya berdiri secara fisik. Laboratorium komputer dan perpustakaan harus dimaksimalkan agar siswa mendapatkan pendidikan yang berkualitas,” kata Dede.

Komisi V juga mencatat belum tersedianya masjid atau ruang ibadah permanen di kedua sekolah tersebut. Saat ini, kegiatan ibadah masih memanfaatkan ruang kelas yang dinilai kurang representatif.

Menurut Dede, percepatan rekrutmen guru tetap serta pemenuhan sarana prasarana, termasuk pengadaan 36 unit komputer, buku perpustakaan, pembangunan masjid, dan pagar keliling, harus menjadi prioritas pada tahun anggaran berjalan.

“Kami akan terus mengawal agar seluruh rekomendasi ini terealisasi. Harapannya, unit sekolah baru ini benar-benar mampu menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi masyarakat,” pungkasnya. (*/wid).

Example 300250
Example 120x600